Sunday, June 19, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H6


Tidur siang dan tidur malam sukses tanpa minta nenen.
Apakah misi saya sudah tercapai?
Apakah keinginan saya sudah terkabul?
Benarkah ini yang saya mau?
Kalau memang cara ini yang benar, kenapa saya masih menangis?


Saturday, June 18, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H5


Kheira sudah gak minta nenen lagi sebelum tidur.
Dia langsung to the point tanpa saya tawari minta sereal dan pepaya sendiri.
Lalu setelah makan, saya suruh berbaring dan dia minta diselimuti.
Aku kudu piye? :(

Friday, June 17, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H4



Tidur siang dan tidur malam menjadi semakin mudah. Saat tidur siang, ritual berjalan seperti biasa hari-hari sebelumnya. Saat tidur malam pun juga bisa dibilang sama. Tetapi Kheira sudah meminta makan sereal dan susu sebelum saya menawarkan. Sereal sudah habis dia minta tambah, tentu saya tolak. Dia lalu minta nenen, saya tetap berikan penjelasan. Saya tawari opsi lain, buah pepaya. Dia mau dan saya pun mulai potong-potong pepaya. Saat saya berikan kepadanya semangkuk kecil pepaya, dia bilang,
"Makasih, Mah. Maaf, Mamah."
Saya pun tersentak dan dada saya jadi sesak. Malam ini mungkin jadi malam dimana saya mengucapkan kata maaf terbanyak selama hidup saya pada anak saya, Kheira.

Thursday, June 16, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H3


Nah, mulai ada sedikit warna wkwkwk. Tidur siang berhasil tanpa nenen dengan strategi yang sama seperti hari sebelumnya. Tapi pas tidur malam, Kheira mulai "paham" sama gelagat saya. Sesudah selesai ritual bersih-bersih badan, ngobrol-ngobrol, baca buku, dst mulailah saya ajak tidur. Anaknya menagihlah nenen. Saya tolaklah permintaanya. Saya tawarin sereal + susu setujulah Si Anak. Pas udah siap, eh gak mau dimakan. Malah gelagatnya dia mau main. Lalu saya bilang,
"Ya udah, ibu bobok dulu, ya."
Mulailah merengek minta nenen lagi. Saya bilang,
"Makan sereal aja, ya. Itu udah disiapin di gelas."
Menolaklah dia,
"Emoh kelog (kellogs alias sereal wkwkkw). La la la la Mamah!"
La la la la means nenen lol.
Udah dikasih pengertian berkali-kali gak mau, akhirnya saya diamkan saja pura-pura tidur. Kheira nangis sesenggukan minta nenen :(

Batin saya mulai goyah mendengar tangisnya. Untung gak lama di sela-sela tangisnya dia minta sereal. Saya langsung ajak dia makan serealnya yang tadi dianggurin. Saya pangku dan saya suapin dia sambil saya berdendang dengan lembut dan merdunya (ieeekkk). Maka habislah serealnya. Lalu saya ajak tidur lagi. Dia masih minta nenen tapi udah gak ngetril. Akhirnya saya nyanyin lagu apa ya tadi, ohhh kupu-kupu yang lucu ke mana engkau terbang dsb. Saya nyanyin sambil merem dengan suara pelan berharap Kheira bosan dan jadi ngantuk wkwkwk. Akhirnya anaknya tidur juga.

Tapi saya mengalami dilema. Benarkah cara yang saya lakukan ini? Menyapih Kheira di saat dia sepertinya belum siap? Dan saya pun sepertinya juga belum siap. Maksudnya, saya masih mau dan dengan senang hati bin terharu buat nyusuin dia lagi.

Arrrgghhhh! Klise van tipikal!

Wednesday, June 15, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H2


Situasi dan kondisi sama seperti saat H1. Kheira masih merengek minta nenen. Sudah dikasih sereal + susu dan dimakan habis masih tetep minta nenen. Strategi pura-pura tidur dan sedikit kata-kata tegas masih dijalankan, dan syukur berhasil. Tanpa ada drama, Kheira bisa tidur siang dan tidur malam dengan pulas (walaupun pas bangun dari tidur siang rodo crancky wkwkwk) tapi bisa diatasi.

Thumbs up!

Tuesday, June 14, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H1


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba! Tepat di hari ulang tahun yang ke dua saya bertekad untuk menyapih Kheira. Jadi begini ceritanya.

Tidur Siang
Nah, ini yang bikin deg-degan. Tidur siang gak semulus tidur malam buat Kheira. Pengalaman dulu-dulu dia sering susah buat tidur siang, padahal pake dinenenin juga. Kali ini saya berdoa moga-moga prosesnya lancar sampe seterusnya. Amin.

Ritual sebelum tidur siang biasa aja, sama seperti sebelumnya. Membersihkan diri, cuci tangan, cuci kaki, cebok. Pakai popok lalu naik kasur. Baca-baca buku dulu, nyanyi-nyanyi dulu, ngobrol dulu. Tiba saatnya Kheira nagih minta nenen. Saya tolak dan kasih penjelasan kalau Kakak Kheira sudah besar, sudah janji gak nenen, minum susunya pake gelas Angry Birds, Mickey Mouse, Doraemon, dll (semua karakter anak disebutin wkwkwk). Karena tetep minta nenen dan sepertinya semakin menjadi-jadi, saya langsung nawarin,
"Kheira mau maem Koko Krunch sama Sereal Kellogs pake susu?"
"Ya mau."
"Tapi janji habis itu kita bobok siang gak minta nenen, ya?"
"Iya, janji."

Alhamdulillah, setelah maem sereal langsung mau diajak berbaring di kasur. Walaupun masih minta nenen tapi gak pake ngetril wkwkwk. Trus saya pura-pura tidur (komplit pake pura-pura ngorok segala biar meyakinkan wakakaka). Liat saya tidur ngorok Kheira berhenti minta nenen. Lalu dia berbaring tapi sambil nyanyi segala rupa lagu sampe satu jam kedepan non stop nyanyi terus wkwkwk. Karena gak bobok-bobok saya bersuara agak keras,
"Ssstt, Kheira tidur siang dulu!"
Langsung anaknya slep bobok. 

Tidur Malam
Sebenarnya mirip sama ritual tidur siang. Bersih-bersih badan, pakai popok, bercanda-bercanda dulu, ngobrol dulu, nyanyi-nyanyi, baca buku, kalo dirasa udah cukup anaknya baru diajakin tidur,
"Udah yuk, udah malem. Maennya besok lagi, ya. Sekarang bobok dulu."
Dan biasanya pas udah diajakin tidur Kheira langsung minta nenen, dan tentu saja saya tolak. Makin merengek saya kasih Koko Krunch + susu tapi dengan syarat habis makan langsung tidur gak minta nenen, ya. Anaknya setuju, dan begitulah. Udah janji ya tetep aja lupa. Masih minta nenen, saya kasih pengertian terus. Lalu saya pura-pura tidur. Dan yah, kalo anaknya gak tidur-tidur saya pakai cara kasar wkwkwk. Maksudnya dengan tegas bilang,
"Ayo Kheira tidur, sekarang sudah malam!"
Tidur deh anaknya.

Begitulah adanya. Tiga bulan sebelumnya sudah saya sounding setiap hari kalau besok umur dua tahun Kheira udah gak nenen, ya. Semoga selalu lancar dan bahagia semuanya.

Btw, ternyata saya sentimentil banget, baru sadar kalo saat ini dan seterusnya Adek gak akan pernah lagi menyusu. Astaga, bayangin saat-saat dia menyusu saya jadi nangis. Ketika dia menyusu saya ciumin kepalanya, saya belai-belai rambutnya, saya ingat tatapan matanya saat memandang saya sambil menyusu, lalu ketika saya berbisik kalau saya sayang sama dia dan dia jawab dengan mulut penuh, "makasih Mah."
Ya Allah,,