Thursday, June 16, 2016

Pengalaman Menyapih Anak H3


Nah, mulai ada sedikit warna wkwkwk. Tidur siang berhasil tanpa nenen dengan strategi yang sama seperti hari sebelumnya. Tapi pas tidur malam, Kheira mulai "paham" sama gelagat saya. Sesudah selesai ritual bersih-bersih badan, ngobrol-ngobrol, baca buku, dst mulailah saya ajak tidur. Anaknya menagihlah nenen. Saya tolaklah permintaanya. Saya tawarin sereal + susu setujulah Si Anak. Pas udah siap, eh gak mau dimakan. Malah gelagatnya dia mau main. Lalu saya bilang,
"Ya udah, ibu bobok dulu, ya."
Mulailah merengek minta nenen lagi. Saya bilang,
"Makan sereal aja, ya. Itu udah disiapin di gelas."
Menolaklah dia,
"Emoh kelog (kellogs alias sereal wkwkkw). La la la la Mamah!"
La la la la means nenen lol.
Udah dikasih pengertian berkali-kali gak mau, akhirnya saya diamkan saja pura-pura tidur. Kheira nangis sesenggukan minta nenen :(

Batin saya mulai goyah mendengar tangisnya. Untung gak lama di sela-sela tangisnya dia minta sereal. Saya langsung ajak dia makan serealnya yang tadi dianggurin. Saya pangku dan saya suapin dia sambil saya berdendang dengan lembut dan merdunya (ieeekkk). Maka habislah serealnya. Lalu saya ajak tidur lagi. Dia masih minta nenen tapi udah gak ngetril. Akhirnya saya nyanyin lagu apa ya tadi, ohhh kupu-kupu yang lucu ke mana engkau terbang dsb. Saya nyanyin sambil merem dengan suara pelan berharap Kheira bosan dan jadi ngantuk wkwkwk. Akhirnya anaknya tidur juga.

Tapi saya mengalami dilema. Benarkah cara yang saya lakukan ini? Menyapih Kheira di saat dia sepertinya belum siap? Dan saya pun sepertinya juga belum siap. Maksudnya, saya masih mau dan dengan senang hati bin terharu buat nyusuin dia lagi.

Arrrgghhhh! Klise van tipikal!

No comments:

Post a Comment